Sahabat
30 10 2006Persahabatan adalah hal yang paling mengesankan bagiku. Sejak SD hingga Kuliah, ntah sudah berapa banyak sahabat yang mengisi memori kehidupan. Saat SD kelas 1 di Banjarbaru, aku masih ingat kakak beradik meidi dan meida. mereka sahabat kecilku, menemaniku kesekolah, belajar dan bermain. Saat SMP di samarinda, ada 2 orang sahabat yang sangat dekat denganku, sampai sekarang merekalah sahabat yang paling berkesan.
Lucky seorang anak kapten TNI-AD, badannya tinggi besar untuk ukuran anak-anak SMP saat itu. Wajahnya lebih mirip orang bule ketimbang pribumi. Rasyid anaknya berkulit hitam lebih tinggi dibanding tubuhku, sedikit konyol tapi dia anak yang selalu membuat kami tersenyum. Kedekatan kami bertiga memang lebih karena tempat tinggal kami berdekatan. Awalnya hanya teman perjalanan di angkutan kota, namun lama kelamaan tidak hanya itu, segala hal kami kerjakan bersama. tidak pernah kami berpisah
.
Selepas SMP, Lucky memilih masuk SMAN 1 Samarinda, Rasyid memilih masuk Sekolah Perawat dan aku memilih masuk SMAN 2 Samarinda. Walaupun SMA kami berbeda, kedekatan kami tetap satu. Kami tetap sering bertemu, kadang aku kerumah Lucky bersama Rasyid, kadang sebaliknya.
Di SMA aku banyak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, di sini pula aku bertemu dengan sahabat baru. Anton, Farah, i’i, Erna dan Ricky. Persahabatan kami mungkin lebih karena senasib
maksudnya karena dari kelas 1 hingga kelas 3 kami selalu satu ruangan
. Apalagi kami sama-sama bantu membantu di ekstrakulikuler waktu itu. Saat jenuhpun, aku sering berkunjung kerumah mereka, sekedar ngobrol, baca buku atau jalan-jalan. Persahabatan kami hingga sekarang, walaupun kami sudah hampir 10 tahun tidak bertemu.
Saat di Jogja aku kuliah di FTSP UII, aku berkenalan dengan Jayadi, Maulana, dan Jati. Perkenalan yang aneh bagiku, karena saat PETA ( Pekan Ta’aruf ) aku seri menginap di kost mereka
. Lama kelamaan kami jadi sering bersama, selain karena bagiku mereka lebih pintar dalam hal matakuliah aljabar
. Saat persahabatan kami banyak hal yang kami lewati, bareng di Senat Mahasiswa FTSP UII, bareng ngerjain dekorasi dan banyak lagi. Persahabatan kami begitu indah, hingga saat Maulana meninggal dunia karena kecelakaan, seperti ada yang hilang dari diri kami.
Sambil kuliah di FTSP UII aku juga nyambi kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Tahun pertamaku disana, sama sekali aku belum memiliki teman dekat. Namun setelah tahun kedua, saat aku dicalonkan oleh angkatanku untuk duduk sebagai ketua senat mahasiswa. Aku mulai dekat dengan Ayie, Morbid, Apit, Huda, dius, supret, ubed dan Widya. Perjalanan persahabatan kami hingga sekarang masih terjalin walaupun kami sekarang sudah berjauhan, dan masing-masing sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
“Persahabatan seperti ini yang selalu aku ingat dalam memori kehidupanku…mereka sahabat terbaik dalam jiwaku”
Kapan yach…kita bertemu lagi ![]()









Setuju.
you cengeng banget jadi orang