Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY

29 11 2006

From mikrotik.co.id

Pada penggunaan queue (bandwidth limiter), penentuan CHAIN pada MENGLE sangat menentukan jalannya sebuah rule. Jika kita memasang SRC-NAT dan WEB-PROXY pada mesin yang sama, sering kali agak sulit untuk membuat rule QUEUE yang sempurna. Penjelasan detail mengenai pemilihan CHAIN, dapat dilihat pada manual Mikrotik di sini.

Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi 2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.

[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
#    NAME       TYPE    RX-RATE    TX-RATE    MTU
0  R public     ether   0          0          1500
1  R lan        wlan    0          0          1500

Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah subnet gateway untuk mesin ini.

[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
#  ADDRESS           NETWORK      BROADCAST      INTERFACE
0  192.168.0.217/24  192.168.0.0  192.168.0.255  public
1  172.21.1.1/24     172.21.1.0   172.21.1.255   lan

Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.

[admin@instaler] > ip web-proxy pr
enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 3128
hostname: "proxy"
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: "webmaster"
max-object-size: 4096KiB
cache-drive: system
max-cache-size: none
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 0KiB
reserved-for-ram-cache: 154624KiB

Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY

[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0   chain=srcnat out-interface=public
src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade
1   chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24
protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang pada contoh ini kita sebut test-down.

Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket data untuk upstream ini kita namai test-up.

Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada contoh ini, kita namai test-conn.

Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.

Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di luar router.

Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.

Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.

[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0   ;;; UP TRAFFIC
chain=prerouting in-interface=lan
src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-up passthrough=no

1   ;;; CONN-MARK
chain=forward src-address=172.21.1.0/24
action=mark-connection
new-connection-mark=test-conn passthrough=yes

2   ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
chain=forward in-interface=public
connection-mark=test-conn action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no

3   ;;; DOWN-VIA PROXY
chain=output out-interface=lan
dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no

Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan, sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita menggunakan parent global-in.

[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid
0   name="downstream" parent=lan packet-mark=test-down
limit-at=32000 queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s

1   name="upstream" parent=global-in
packet-mark=test-up limit-at=32000
queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s

Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.


Actions

Informations

RSS feed | Trackback URI

& Komentar »

Browser Internet Explorer Internet Explorer 6.0 di Windows Windows XP• avatar
Comment oleh ebet_27
2006-12-11 19:25:02

mas dhanis!kalo boleh tau,apa c paket yang dibutuhkan untuk membuat pc router mengunakan mukrotik???artikelnya keren juga,cuman karna saya baru belajar jadi saya belum begitu paham dengan artikel diatas.
TB DENI SUJANA
ebet_1188@yahoo.co.id
ipank_06@yahoo.co.id

(Comments wont nest below this level)
 
Browser Mozilla Mozilla 1.7.13 di Windows Windows XP• avatar
Comment oleh dhanis
2006-12-11 22:36:19

Makasih mas…Mas Deni bisa baca artikel pertama saya di http://dhanis.web.id/?p=1 ,moga bisa membantu, dan sebenarnya simple sekali kok…hanya butuh CD Bootable Mikrotik dan PC biasa dengan hardisk yang tidak begitu besar. :D

(Comments wont nest below this level)
 
Browser Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.1 di Windows Windows XP• avatar
Comment oleh ArieS
2007-03-08 00:55:19

Mo Nanya Neh Mas…
Baru Belajar Neh….
knapa ya ketika saya mengeluarkan perintah ip web-proxy print….
jawabannya no such command or directory (web-proxy) trus….????
mohon pencerahan…..

(Comments wont nest below this level)
 
Browser Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.2 di Windows Windows XP• avatar
Comment oleh dhanis
2007-03-08 01:30:24

coba dicek dulu paket-paket yg di install di mikrotiknya. bisa jadi itu karena paket blom terinstall di mikrotiknya…biasanya saat pertama kali install mikrotik ada pilihan paket-paket yg ingin digunakan di mikrotikOS. coba anda cek dengan perintah seperti ini :
[dhanis@mendem] > system package print
# NAME VERSION BUILD-TIME UNINSTALL
0 system 2.9.6 oct/10/2005 16:24:40 no
1 advanced-tools 2.9.6 oct/10/2005 16:24:51 no
2 dhcp 2.9.6 oct/10/2005 16:25:00 no
3 isdn 2.9.6 oct/10/2005 16:30:17 no
4 lcd 2.9.6 oct/10/2005 16:30:35 no
5 ntp 2.9.6 oct/10/2005 16:29:27 no
6 routerboard 2.9.6 oct/10/2005 16:29:47 no
7 routing 2.9.6 oct/10/2005 16:25:35 no
8 security 2.9.6 oct/10/2005 16:24:57 no
9 web-proxy 2.9.6 oct/10/2005 16:30:40 no

(Comments wont nest below this level)
 
Browser Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.2 di Windows Windows 2000• avatar
Comment oleh Taufik
2007-03-19 01:39:26

Website bangdhani memang singkat dan padat.
Sangat berguna buat para pelajar seperti saya,terima kasih buat ilmu-ilmunya.
Salam.

(Comments wont nest below this level)
 
Nama (wajib)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post